Jurnal Detektif

A blog about detective, forensics, psychology, weapory and many more!

Full width home advertisement

Senjata: Pelindung dan Penghancur

Keahlian Seorang Detektif

Post Page Advertisement [Top]

Kebakaran adalah kejadian yang sangat mengerikan. Sebagai seorang detektif, sangat mungkin jika kita dikirim untuk menyelidiki suatu tkp kebakaran. Maka dari itu, ada satu cabang dari ilmu forensik yang khusus menyelidiki penyebab kebakaran, atau yang disebut investigasi kebakaran (fire investigation).

Dalam peristiwa kebakaran, seorang petugas investigasi kebakaran akan terjun ke lapangan setelah para pemadam kebakaran selesai melakukan tugasnya memadamkan api di lokasi. Disana, ia akan mengumpulkan bukti-bukti penyebab dari kebakaran itu sendiri. Pertama, ia akan mencari sumber api dari kebakaran itu sendiri, atau area of origin. Sumber api tersebut bisa sebuah ruangan di suatu rumah, atau suatu lokasi tertentu pada skala yang lebih besar. Setelah itu sang investigator akan mencari tempat pengapian atau ignition source, yang bisa merupakan perkemahan, flare, peluru, ataupun kaca melengkung yang bisa berlaku sebagai kaca pembesar.

 Kimia Pembakaran

Api terjadi dari reaksi eksoterm dari pembakaran, yang dapat terjadi apabila terdapat 3 komponen utama: bahan bakar, oksidan (O2), dan energi panas yang cukup. Tanpa salah satu dari unsur tersebut, api tidak akan terjadi. Benda padat dan cair tak terbakar bila tidak ada proses pemanasan yang akan menyebabkan terjadinya penguapan yang mampu membakar. Proses ini sering disebut pyrolysis.

 Warna dari api berasal dari gelombang cahaya yang dipancarakan dan tergantung dari bahan bakarnya. Merah kuning dan oranye biasanya menunjukkan pembakaran karbon, sedangkan biru dan hijau berasal dari substansi kimia anorganik.

sobat detektif mengetahui bahwa panas menyebar melalui 3 hal, koduksi, konveksi, dan radiasi. Tidak perlu dijelaskan pengertian dari ketiga hal itu, namun yang perlu diingat adalah konveksi menyebar melalui gas dan zat cair dimana penghantar ikut bergerak, konduksi biasanya melalui zat padat, dimana medium tak bergerak, dan radiasi menyebarkan tanpa medium.

Percikan, Bara Api, dan Pembakaran Spontan

Ketiga hal ini sering kali menjadi penyebab dari suatu kebakaran itu sendiri, dimana semua hal tersebut dapat terjadi jika ada panas pada uap bahan bakar di udara. Penyebab panas itu sendiri bisa saja dari reaksi kimia, gesekan, matahari, dan listrik.

Percikan yang akan terjadi, tergantung dari bahan bakarnya, dimana flash point merupakan temperatur minimum dimana bahan bakar akan menyala oleh sumber percikan itu sendiri. Cara mengetesnya adalah dengan menaruh bahan tersebut pada wadah kedap udara dimana temperatur dinaikkan teratur dan diperciki api. Ketika zat tersebut terbakar maka pada temperatur itulah kita menentukkan flash point-nya.

Bara api adalah suatu peristiwa terbakarnya suatu materi ber-selulosa yang membentuk zat padat. Salah satu sontoh nya adalah kayu. Cara menentukan suhu dari suatu bara api bisa kalian lihat dari warna bara api tersebut. Bila warnanya merah gelap, maka suhu nya bisa diperkiranan 500-6000C, sedangkan jika berwarna putih, suhunya mencapai 14000C.  Bara api tidak mengeluarkan api karena tak ada suplai oksigen yang cukup. Maka dari itulah kenapa ketika kita mengipasi arang untuk membakar sate, apinya keluar.

Pembakaran spontan dapat terjadi ketika material terbakar tanpa sumber percikan seperti api atau listrik. Fenomena unik ini terjadi karena reaksi eksoterm yang melepaskan panas, dimana ketika material itu dikumpulkan, mereka menghasilkan panas. Misalnya saja, tumpukan jerami dan kompos, yang bisa terbakar sendiri karena fermentasi bakteri.

Kebakaran di Area Terbuka

Saat menyelidiki kebakaran di tempat yang terbuka, maka ada banyak perbedaan yang harus diperhatikan. Sebuah kebakaran di tempat yang terbuka akan menuju ke arah bahan bakar, bisa bensin dll. Karena zat tersebut mengeluarkan uap di udara. Pola sirkular akan terbentuk jika api tersebut dikelilingi bahan bakar yang sama dan tidak ada angin yang bertiup. Pada permukaan yang tak rata, maka api akan merambat ke arah yang lebih tinggi, jika ada bahan bakar. Pembakarannya pun akan menghasilkan bentuk seperti kipas Investigasi Tempat Kebakaran

Seperti yang sudah dibahas di awal, pertama kita harus menemukan sumber pembakaran, dan menemukan sumber apinya. Sebelum melakukan investigasi ada baiknya untuk melakukan survey lokasi, dimana resiko seperti bangunan runtuh, tersengat listrik, benda yang masih panas, sumber pipa gas, reruntuhan, dan material beracun. Gunakan pakaian Tahan api, sarung tangan tebal, dan masker untuk memulai investigasi. Jangan lupa matikan sumber listrik serta gas terlebih dahulu.

Saksi mata merupakan salah satu bagian penting ketika melakukan investigasi kebakaran dimana merka dapat memberikan informasi seperti waktu mulainya pembakaran, atau dokumen media seperti foto fan video. Para petugas pemadam juga merupakan suber informasi yang terpercaya dimana mereka dapat melaporkan kejadian apa saja ketika memadamkan apinya.


Sumber:
http://news.nationalgeographic.com/news/2013/09/130907-fire-investigations-fire-science/




No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib